PADANG, sumbartodaynews.id — Di balik riuk pikuk Kota Padang,25/10/2026 berdiri sebuah bangunan sederhana di Jalan Sawahan IV No. 10. Rumah tersebut dinamai Rumah Singgah Cahaya, debuah suaka hangat yang menjadi tempat peraduan dan peristirahatan bagi anak-anak pejuang kanker beserta keluarga pendampingnya.
Dikelola oleh Yayasan Komunitas Cahaya Padang, rumah singgah ini lahir dari empati mendalam, Yayasan yang diinisiasi oleh Bunda Elsy Varinia bersama sejumlah orang tua pasien kanker sejak tahun 2018 silam.
Hadir berlandaskan satu rasa, saling menguatkan agar tak ada keluarga, yang merasa berjuang sendirian saat mendampingi buah hati melawan kanker.
Rumah Singgah Cahaya ini, diwujudkan dari sebuah mimpi, untuk memiliki tempat singgah bagi anak-anak pejuang kanker yang menunggu ketersediaan ruang kemo, atau jeda dari periksa Lab, hingga masuk ruang rawatan termasuk untuk memulihkan kondisi.
Keterbatasan Rumah Singgah di sekitaran Rumah Sakit M.Jamil Padang, menyebabkan banyak keluarga yang memilih tinggal di mesjid Rumah sakit ,dengan kondisi anak yang tidak sehat untuk menghemat pegeluaran.
Selain itu ,Rumah Singgah juga diharapkan akan menjadi wadah untuk saling menguatkan diantara, sesama pejuang kanker anak dan keluarganya dan dapat dijadikan sebagai pusat penyadartahuan mengenai kanker anak,”ujar Bunda Elsy.
//Pelukan Hangat Tanpa Biaya Sepeser Pun/Bagi keluarga kurang mampu yang harus menempuh perjalanan jauh, demi pengobatan sang anak, Rumah Singgah Cahaya hadir bak oase. Semua fasilitas di sini diberikan secara 100 persen gratis.
“Alhamdulillah, selalu ada saja jalan, dana, dan donasi dari para dermawan serta relawan yang hatinya tergerak untuk membantu meringankan beban anak-anak kita,” tutur Bunda Elsy dengan penuh rasa syukur.
Rumah Singgah Cahaya dilengkapi dengan tempat tinggal yang bersih, kebutuhan makanan pokok, kebutuhan spesifik anak seperti stroller, kursi roda, tabung oksigen.
Hingga ketersediaan ambulance gratis, untuk antar jemput ke rumah sakit dan pengantaran jenazah ke kampung halaman.
Untuk menginap di Rumah Singgah Cahaya syaratnya adalah anak pejuang kanker yang berusia dari 0 hingga 19 tahun beserta orangtua pendamping. Kapasitasnya bisa menampung hingga 13 orang anak dan pendamping,”terang Bunda Elsy //Rumah Kedua di Tengah Masa-Masa Rentan//Peran rumah singgah ini begitu krusial, terutama bagi pasien yang menjalani protokol pengobatan jangka panjang seperti kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Rasa haru dan lega diungkapkan oleh Hendi (42), seorang ayah asal Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Yang mana putranya, Muhammad Henfi Kenzi yang baru berusia 3,5 tahun, sedang berjuang melawan kanker darah (leukemia).
” Kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya Rumah Singah Cahaya ini. Anak saya baru dirawat lima hari di RS M. Djamil, lalu diperbolehkan pulang sebentar sebelum kontrol dan perawatan lanjutan untuk protokol kemoterapi selama lima minggu,” kata Hendi.
Dikatakan Hendi, masa pemulihan seusai pengobatan adalah masa yang sangat rentan bagi anak-anak. Di sinilah peran rumah singgah sangat terasa pentingnya.”ujarnya.
Tak hanya soal tempat berteduh, Rumah Singgah Cahaya juga menghadirkan kehangatan emosional. Tomi (28), penghuni lainya, yang sudah Empat bulan menetap di Padang demi pengobatan anaknya yang baru berusia 1,5 tahun, merasa tidak lagi sendirian.
“Keberadaan rumah singgah ini amat meringankan beban di pundak kami. Di sini, kami bertemu dengan keluarga senasib. Kami bisa saling berbagi cerita, saling menguatkan, dan berjuang bersama-sama,” ungkap Tomi liris.
Agar pintu Rumah Singgah Cahaya dapat terus terbuka dan membawa kehangatan bagi anak-anak penderita kanker (seperti kanker darah, kanker tulang, hingga limfoma), dukungan berkelanjutan dari masyarakat sangat dibutuhkan. Kebutuhan biaya operasional meliputi sewa bangunan, bahan makanan pokok, operasional harian, hingga biaya perawatan ambulans.
Yayasan Komunitas Cahaya Padang membuka pintu seluas-luasnya bagi siapapun yang ingin berpartisipasi, baik sebagai donatur maupun relawan.
Bagi Anda yang ingin membagikan sedikit kebahagiaan dan menjadi bagian dari perjuangan anak-anak ini, bantuan dapat disalurkan melalui rekening resmi yayasan:
Atas Nama: Yayasan Komunitas Cahaya Padang
Bank BNI: 2323230717
Bank Nagari Syariah: 71000201057214
Bank BRI: 066901001547566
Mari bersama-sama menjadi selimut hangat dan cahaya harapan bagi para pejuang cilik melawan kanker.
Editor :(Syafrial )






