UDD “Sjahrial Leman” PMI Kota Bukittinggi Jalani Proses Akreditasi Kemenkes, Masuk 10 Terbaik Nasional

 

Bukittinggi, Sumbartodaynews.id- UDD “Sjahrial Leman” PMI Kota Bukittinggi menjalani proses akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu (6/12/2025). Survei dilakukan oleh dua surveior nasional, yaitu dr. Aulia Ramadhan Supit, M.Biomed, FISQua, Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dan dr. Idah Wido Sari Nawaningsih, M.Biomed dari UDD PMI Pusat.

Tim surveior menilai seluruh penyelenggaraan layanan di UDD, mulai dari manajemen, pengelolaan keuangan, hingga prosedur teknis pengambilan, pengolahan, dan distribusi darah. “Ada sembilan bab yang dinilai dan itu tidak mudah. Kalau belum sempurna hari ini, prosesnya akan berjalan bertahap. Aturannya juga baru dan khusus UDD, jadi wajar masih banyak penyesuaian. Tapi semua ini untuk masyarakat,” ujar dr. Aulia.

Ia menegaskan bahwa kualitas darah sangat menentukan keselamatan pasien sehingga peningkatan standar mutu harus terus dilakukan. “Harapan kami, setelah akreditasi UDD tidak berhenti. Jika memungkinkan, bisa menuju ISO 9001 dan CPOB. Memang lebih sulit, tapi bukan tidak mungkin. Kami pun sudah dua kali didampingi BPOM untuk CPOB,” tambahnya.

Ketua PMI Kota Bukittinggi, H. Chairunnas, menyampaikan bahwa akreditasi menjadi pijakan penting bagi UDD “Sjahrial Leman” untuk dapat menjalankan layanan darah sesuai standar Kementerian Kesehatan. “Jika tidak terakreditasi, produk darah tidak dapat digunakan untuk masyarakat. Karena itu kami berharap evaluasi dari tim surveior benar-benar meningkatkan pelaksanaan aturan di lapangan,” ujarnya.

Chairunnas mengatakan kekurangan yang ditemukan selama proses penilaian harus menjadi dasar perbaikan. “Kalau ada kekurangan, ayo kita ubah. Kita bertanggung jawab demi kemanusiaan dan demi saudara-saudara kita yang membutuhkan darah,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa UDD “Sjahrial Leman” PMI Kota Bukittinggi ditetapkan sebagai salah satu dari 10 UDD terbaik di Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi wilayahnya. Piagam penghargaan rencananya diserahkan pada Selasa di Jakarta, namun PMI Kota Bukittinggi kemungkinan tidak hadir karena fokus penanganan bencana di Sumatera Barat. “Bukan karena tidak menghargai, tetapi kondisi bencana membuat keberangkatan hanya untuk menerima penghargaan terasa kurang etis. Kami meminta perwakilan UDD PMI Pusat untuk mewakili,” ujarnya.

Dalam waktu yang bersamaan, PMI Kota Bukittinggi juga sedang menjalankan respon bencana di berbagai titik. “Markas bergerak siang dan malam untuk kemanusiaan, sementara UDD harus fokus menyelesaikan akreditasi. Dua sisi ini harus dijalankan bersama,” kata Chairunnas. Ia mengapresiasi relawan dan karyawan yang tetap memastikan ketersediaan darah bagi rumah sakit. “Darah dibutuhkan setiap hari. Ini menjadi amal ibadah bagi seluruh tim,” tambahnya.

Setelah akreditasi, UDD “Sjahrial Leman” menargetkan peningkatan standar menuju ISO 9001 sebagai bagian dari penguatan mutu layanan. Setelah itu, baru akan melangkah ke CPOB yang menuntut tata ruang dan fasilitas lebih tinggi. Saat ini UDD “Sjahrial Leman” berada di posisi kedua terbaik di Sumatera Barat dalam fasilitas dan layanan donor darah, berada tepat di bawah UDD PMI Kota Padang.(Anasril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *